Relawan BIAN Bergerak Massif Dukung Percepatan Imunisasi di Sulsel

oleh -22 views
oleh

MAKASSAR,– Relawan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 bergerak massif melakukan imunisasi tambahan Campak Rubella, di sejumlah titik keramaian. Seperti di Anjungan Pantai Losari Makassar, titik Car Free Day (CFD), GOR Sudiang hingga melakukan sweeping sasaran di sekolah, Posyandu, bahkan door to door.

Relawan BIAN ini terdiri dari dokter muda dan mahasiswa kedokteran. Dukungan para relawan ini sangat membantu dalam mempercepatan capaian BIAN 2022 hingga 95 persen.

Diketahui, Kementerian Kesehatan memperpanjang pelaksanaan BIAN 2022 hingga akhir Bulan September 2022 ini. Penyebabnya, banyak daerah yang belum mencapai target 95 persen cakupan imunisasi tambahan Campak Rubella.

Berdasarkan data yang ada, hingga kemarin, (25/9/2022), sudah ada 10 daerah yang telah mencapai bahkan melebihi target 95 persen. Antara lain, Parepare, Bantaeng, Sidrap, Pinrang, Luwu, Barru, Takalar, Jeneponto, Pangkep, dan Soppeng.

Sementara, dua daerah dengan cakupan terendah dibawah 75 persen, yakni Luwu Timur dan Enrekang. Secara keseluruhan, cakupan imunisasi tambahan Campak Rubella Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 87,27 persen.

Perwakilan Unicef, dr Halik Malik, berharap, di waktu yang tersisa beberapa hari lagi, semua sasaran bisa diimunisasi. Apalagi, ada sejumlah relawan dan influencer yang turun ke lapangan untuk mensukseskan BIAN, khususnya di kawasan perkotaan, di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Kita berharap bisa mencapai target 95 persen. Unicef berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten kota, dan semua stakeholder terkait terus mendorong agar semua anak-anak kita bisa terlindungi dari Campak Rubella melalui imunisasi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, berterima kasih sekaligus mengapresiasi keterlibatan relawan BIAN, untuk meningkatkan cakupan imunisasi Campak Rubella di Kota Makassar.

“Gerakan dari teman-teman relawan BIAN sangat luar biasa, sangat membantu. Apalagi, kita di Makassar ini beda dengan daerah lain. Jumlah sasaran kita cukup besar,” kata Nursaidah. (dn)