Kolaborasi Berkelanjutan: FORDES Desa Balla Dorong Pembangunan Ekonomi dan Sinergi Lintas Sektor

oleh -295 views
0-2944x2944-0-0-{}-0-24#

Luwu, pinisi.co — Forum Desa (FORDES) Desa Balla dengan tema “Kolaborasi Berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Luwu, MDA, dan Masyarakat” digelar di Aula Kantor Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Balla Baso Jima, A.Md.Kom, Sekretaris Pokja Zulkarnain, serta CDE Manager PT Masmindo Dwi Area (MDA), Bashory Saini. Turut hadir pula tokoh masyarakat, perwakilan kelompok pelaku usaha, dan pelaku UMKM Desa Balla.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan di tingkat desa, di antaranya:

Pembangunan kantor desa,
Penyediaan gerobak bagi pelaku UMKM,
Pembangunan kantor Koperasi Merah Putih,
Kemitraan pemasok beras untuk proyek Awak Mas,
Pelatihan pengelolaan sampah, serta
Perbaikan jalur akses menuju area operasional PT MDA.

Menanggapi hal tersebut, Bashory Saini menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan serta menegaskan komitmen PT MDA untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi ekonomi lokal secara lebih terarah dan modern. Menurutnya, Desa Balla memiliki potensi besar sebagai daerah persinggahan dan pusat perdagangan hasil bumi.

“Desa Balla ini punya potensi luar biasa. Banyak orang dari wilayah atas datang ke Bajo karena aksesnya mudah. Hanya saja, pasar kita perlu ditata lebih baik. Jangan semua ruko menjual barang yang sama — harus ada diversifikasi, termasuk menampilkan hasil bumi seperti kopi, beras, jagung, pala, dan sayur-mayur,” ujar Bashory.

Lebih lanjut, Bashory membayangkan pasar Desa Balla dapat berkembang menjadi pasar induk digital yang terhubung dengan aplikasi daring, sehingga produk lokal bisa dijangkau pembeli dari luar daerah.

“Bayangkan kalau nanti orang Makassar bisa beli beras langsung dari Desa Balla lewat aplikasi. Jalan kita bagus, pelabuhan dan bandara ada, tinggal bagaimana kita manfaatkan semua potensi ini,” tambahnya.

Selain itu, Bashory menyoroti perlunya pembangunan pabrik pengolahan beras di Kabupaten Luwu. Ia menyebut, meski Luwu menyumbang sekitar 21% produksi padi di Sulawesi Selatan, fasilitas pengemasan dan standarisasi (SNI) masih terbatas.

Sementara itu, Kepala Desa Balla Baso Jima berharap kegiatan FORDES dapat menjadi wadah komunikasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, masyarakat, pihak swasta, Pokja, dan akademisi dalam mempercepat investasi serta pembangunan ekonomi desa.

“Pokja ini perpanjangan tangan pemerintah. Kita bergerak menjemput bola, memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan di desa betul-betul berdampak bagi masyarakat,” pungkas Baso.

Melalui kegiatan FORDES ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat untuk mewujudkan Desa Balla yang bersih, maju, dan berdaya.

Penulis: Yana