Ibunda Ferdy Sambo wafat dan dimakamkan di Walenrang Luwu

oleh -7 views

Luwu, liputanluwunews com – Ibunda Ferdy Sambo, Ridha Sampetondok dimakamkan pada rumah patane (pekuburan keluarga Sampetondok) di kampung halamannya Batusitanduk Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Jumat sore ini (2/10/2026) Almarhumah dimakamkan tepat di belakang rumah orang tuanya.

Detik tradisi sebelum pemakaman dan saat jenazah dibawa ke Patane (makam) yang kemudian viral di media sosial.

Minggu 27/9/2026, Ridha Sambo Sampetondok, Ibunda Ferdy Sambo (FS) mantan Kadiv Propam Polri meninggal dunia di RS.Hermina Makassar pada Usia yang ke-80 tahun karena Sakit.
Kabar meninggalnya Ibunda terkonfirmasi dari pihak keluarga yakni Kol Purn.Amsal Sampetondok, adik Almh Ridha Sambo. Amsal menyebutkan Ridha Sampetondok menghembuskan nafas terakhir di RS Hermina Makassar pada Minggu 27/9/2026 Pukul 23.00 WITA d.
Segenap keluarga Sambo -Sampetondok berduka atas kepergian almarhumah yg meninggalkan anak anaknya Leonardy Sambo,Ferdy Sambo, Deflin Sambo beserta menantu dengan 8 (delapan) orang Cucu. Adapun Suami Almarhumah, Alm
Welem Sambo, Mantan Kepala Dinas Peternakan Kab Barru Sulsel tahun 1970-an dan anak bungsu Almh. Dian Marina Sambo telah terlebih dahulu tutup usia..

Jenazah almarhumah diberangkatkan dengan Ambulance dengan iringan Voorijder PJR Polda/Polres Pelabuhan bersama kendaraan keluarga dari kediaman kompleks Keuangan Makassar menuju Walenrang Kabupaten Luwu.
Menurut Muharram Majid (Mus), sahabat Ferdy Sambo, di Smamsa Makassar yamg turut menghantar dalam
Iringan menuju Luwu “ dari Makassar melalui Kabupaten Toraja Utara, dimana rombongan istirahat pagi sembari sarapan minum kopi dan teh di rumah keluarga besar Sambo di Tokurapu’ Rantepao Toraja Utara. Ujarnya. Mus juga menambahkan Nampak di pelataran rumah keluarga Sambo, selain kerabat dan keluarga juga hadir, melepas iringan kendaraan dari Rantepao menuju Walenrang Luwu, Dedi Palimbong Bupati Toraja Utara, Andrew Silambi Wakil Bupati, Letkol Inf.Armal Dandim Tana Toraja,AKBP Josep Kapolres Toraja Utara beserta Pejabat lingkup Pemda Toraja Utara.

Video yang diterima, saat pemakaman
Hari ini terlihat sejumlah masyarakat memenuhi kediaman almarhum. Mereka duduk sembari menikmati makanan dan minuman tradisional jenis tuak (ballo), kopi serta teh.

Video lainnya juga memperlihatkan kumpulan masyarakat dengan khidmat mengikuti acara pelepasan jenazah. Nampak Dhevy Pawindu Wakil Bupati Luwu menyampaikan ungkapan Belasungkawa pada pelepasan itu, beberapa tokoh masyarakat Anggota DPRD, Pimpinan OPd dan mantan Pejabat lingkup Pemda Luwu/Kota Luwu juga tampak hadir dalam memberi penghormatan terakhir yang dilanjut Ibadah Pemakaman dipimpin Pdt Reni Dari Gereja Toraja Jemaat Batusitanduk.

Leo Sambo, anak pertama almarhumah menyampaikan ungkapan hati keluarga, dalam
Sambutannya ia menyatakan Usia Almarhumah saat “pergi” 80 tahun sama dengan Ayah kami yang terlebih dahulu wafat 2009 di usia sama 80
Tahun.
Menurut Leo, Kepergian Almarhumah, mendadak sempat membuat kami juga rekan dan kerabat tidak percaya tapi kemudian kami Ikhlas bahkan sebelum meninggal dan tak Sadarkan diri Ibunda kami dengan nafas sisa disaksikan saya dan ipar juga dengan saudara melalui video
call, Almarhumah ber
Doa Penyerahan dengan lirih lalu tidak
Sadarkan diri lalu meninggal

Ia juga menyampaikan Terima kasih atas simpati dan
Ungkapan duka cita Atas kepergian Ibunda kami, Dari seluruh rekan sahabat handai taulan mohon dimaafkan jika ada kesalahan.
Adapun saudara kami,
Ferdy Sambo,tidak dapat hadir dalam Pemakaman Ibunda kami di Batusitanduk karena masih berada di Lapas.
“Yah dia sangat bersedih tidak hadir langsung dalam Pemakaman Ibunda kami”
Menurut Leo, Ibunda terakhir bertemu Ferdy dan juga Putri menamtunya pada bulan Juli 2026 lalu, ketika itu saya menemani Ibunda membezoek Ferdy dan Putri di lapas, sekaligus, saat bulan Juli itu juga Ibunda bersama anak anak Ferdy mewakili Ayah dan Ibunya, yang tidak dapat hadir di pelantikan Tribrata anaknya sebagai Perwira Muda di Istana Presiden.
Terlihat dengan saya dan anak anak Ferdy di Istana Presiden, ketika cucunya Tribrata Sambo Taruna Akpol yang dilantik.
Ibunda bercerita Ke teman teman dan sahabatnya kebanggaan tersendiri baginya Ia bisa hadir 2 (dua) kali di Istana Presiden, saat Ferdy dilantik Akpol 1994 lalu Cucunya 32 tahun kemudian Brata dilantik sebagai Perwira Akpol 2026.

Dalam prosesi pemakaman Ibunda ,terlihat warga berkerumun dengan berdiri di dekat bambu yang akan menjadi tempat peti jenazah. Setelah itu, peti berwarna putih kemudian dinaikkan di atas bambu dan langsung ditandu oleh warga.

Warga menandu peti dengan cara menaik turunkan jenazah secara beraturan sembari dipenuhi sorak sorakan. Nampak, peti tersebut ditandu menuju Patane melalui jalan yang menanjak.

“Dikebumikan di pemakaman Patane keluarga, belakang rumahnya ji orang tuanya almarhum,” kata Camat Walenrang, Ikram Ramin pada media, Jumat (2/10).

Saat tiba di Patane, keluarga terlihat histeris. Mereka menangis sembari terus memegang peti tersebut.

Untuk diketahui, Ibu Fredy Sambo dikebumikan dengan mengikuti tradisi masyarakat asli Luwu Toraja. Ridha dikebumikan pada Patane yang juga terdapat Jenazah anaknya Alm
dian marina serta keluarga Sampetondok (Kakek, Nenek, Paman dan Kemanakan dari Sampetondok).

“Sementara itu, Ferdy Sambo disebut tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman sang ibu.
“Iya karena masih di dalam Lapas, Turut Berduka Cita saja mau diapa, Dukungan duka cita dari Rekan
Sahabat teman Ferdy Sambo
Sangat banyak melalui Papan karangan bunga duka mencapai kurang lebih 500an
Karangan bunga yang dominan ditujukan untuk Ferdy Sambo yang memenuhi jalan seputar
Komplek
Keuangan Makassar, perhatian simpati teman sahabatnya buat FS sangat besar, Ujar adik Ridha, yakni Amsal Sampetondok (02/10/2026).