Kejar Ketertinggalan, Makassar Lakukan Sweeping Imunisasi Campak Rubella di Sekolah

oleh -14 views
oleh

MAKASSAR, – Cakupan imunisasi Campak Rubella pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 Kota Makassar terendah diantara 24 kabupaten kota di Sulsel. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, hingga kemarin Senin, (5/9/2022), cakupan imunisasi Campak Rubella Kota Makassar baru 54,49 persen.

Untuk mencapai target 95 persen di sisa waktu kurang lebih tujuh hari hingga program BIAN 2022 berakhir 13 September mendatang, maka Dinas Kesehatan Kota Makassar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, akan melakukan sweeping di sekolah-sekolah. Khususnya di tingkat Sekolah Dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim, memberikan warning kepada seluruh kepala sekolah untuk serius menindaklanjuti sehingga target BIAN 2022 bisa tercapai. Ia memberikan target minimal 95 persen siswa di setiap sekolah harus imunisasi Campak dan Rubella.

“Saya sudah perintahkan semua kepala sekolah dan akan saya evaluasi mana yang tidak capai target. Ini bersifat perintah karena ini adalah program nasional jadi harus ada keseriusan,” tegasnya, pada Pertemuan Evaluasi Upaya Eliminasi Campak Rubella Tingkat Kota Makassar Tahun 2022, yang digelar di Hotel Aston Makassar, Selasa, 6 September 2022.

Ia menambahkan, bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar jadwal pelaksanaan imunisasi Campak Rubella di sekolah-sekolah telah disepakati bersama. Target 95 persen harus dicapai per tanggal 13 September mendatang.

“Kalau kita bergerak bersama, turun tangan semua, kita bisa memanfaatkan sisa waktu yang ada ini untuk mencapai target,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengungkapkan sejumlah kendala yang terjadi di lapangan, sehingga cakupan imunisasi Campak Rubella di Makassar bisa rendah. Diantaranya, banyak orangtua yang menolak anaknya diimunisasi, dan masih ada kendala teknis di Posyandu.

“Kendala kita di Posyandu juga karena di Posyandu kita baru buka pasca Covid 19, tapi sebenarnya ini kendala teknis di di lapangan,” kata Nursaidah.

Ia optimistis bisa mengejar ketertinggalan di Kota Makassar, dengan memaksimalkan semua potensi yang ada. Apalagi, sudah ada support dari Dinas Pendidikan, Unicef, dan WHO.

“Kita berharap September ini kita gencarkan bisa mencapai 95 persen. Kedepan kita target semua puskesmas sudah 90 persen,” imbuhnya.

Nursaidah juga mengaku akan melakukan evaluasi terhadap data yang disampaikan Kementrian Kesehatan. Apakah sudah sesuai dengan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Makassar. (dn)