MDA dan Pemkab Luwu Mulai Kick-Off Meeting Tahapan Revitalisasi DAS Suso

oleh -301 views

 

Belopa, pinisi.co — PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui
Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi resmi memulai langkah awal program
revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso. Inisiatif ini ditandai melalui pelaksanaan
kick-off meeting antara manajemen MDA dan Pokja sebagai tindak lanjut dari
Memorandum of Understanding (MoU) Pengendalian Lingkungan yang ditandatangani
pada Agustus lalu.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Direktur MDA, Erlangga Gaffar, dan Ketua Pokja
Percepatan Investasi, Sofyan Thamrin. Dalam sesi pembahasan, kedua pihak
menyepakati penyelarasan rencana kerja yang mencakup pemeliharaan fungsi DAS,
penataan ulang area yang mengalami degradasi, penguatan titik rawan hidrologis,
serta koordinasi lintas instansi dalam pemantauan dan pelaporan progres.

Direktur MDA Erlangga Gaffar, menyampaikan bahwa kick-off meeting ini merupakan
tonggak penting dalam memastikan seluruh proses berjalan terpadu dan
bertanggung jawab. Erlangga menegaskan bahwa revitalisasi DAS Suso merupakan
langkah kolaboratif untuk memperbaiki kualitas ekosistem, meningkatkan ketahanan
kawasan terhadap curah hujan ekstrem, dan memastikan keberlanjutan sumber daya
air bagi masyarakat hilir maupun hulu. Ia menambahkan bahwa MDA siap mendukung
penuh implementasi program yang telah dirumuskan bersama pemerintah daerah.

Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA Mustafa Ibrahim, menambahkan Program
revitalisasi DAS Suso ini berjalan dalam kerangka kebijakan Pemerintah Kabupaten
Luwu. MDA berperan mendukung langkah tersebut melalui kolaborasi teknis dan
penyelarasan kegiatan konstruksi agar tetap berada dalam koridor yang ditetapkan
pemerintah daerah. Setiap tahapan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, termasuk
memastikan aspek perizinan telah terpenuhi, serta memperhatikan karakteristik alami
aliran sungai untuk meminimalkan potensi gangguan seperti erosi dan sedimentasi.

Ketua Pokja Percepatan Investasi, Sofyan Thamrin, menyampaikan bahwa kerja
bersama ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam merawat, memulihkan, dan
memperkuat fungsi DAS sebagai sistem penyangga kehidupan masyarakat.
Menurutnya, upaya revitalisasi bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek,
tetapi juga investasi lingkungan untuk mengurangi risiko banjir, menjaga kestabilan
aliran air, dan memperbaiki daya dukung kawasan tangkapan air.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kegiatan lapangan akan mulai
dilaksanakan pada pertengahan Desember, dengan ruang lingkup awal meliputi
pembersihan area terdampak, penataan alur sungai yang terganggu sedimentasi,
penguatan lereng dan tebing, serta pemasangan struktur pengendali sesuai
rekomendasi teknis.

Program revitalisasi DAS Suso diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan
antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga integritas lingkungan,
khususnya di wilayah yang sensitif terhadap perubahan hidrologi dan cuaca ekstrem.