Kadinkes Makassar Dampingi Wawali Jadi Narasumber di Kegiatan Dharma Wanita Persatuan

oleh -25 views
oleh

MAKASSAR — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menjadi narasumber Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting yang diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, di Hotel Gammara, Kamis (29/09/2022).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, yang dihubungi mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, dirinya   hanya mendampingi Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi jadi narasumber.

“Jadi kehadiran kami disini mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menjadi narasumber terkait Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting,” jelas dr. Nursaidah.

Nursaidah mengatakan, kalau kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu-ibu hamil.

“Untuk mencegah Stunting, dimulai dari masa pernikahan sampai lahir serta memastikan kesehatan dan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) karena sangat menentukan tumbuh kembang anak, tutup Kadinkes Makassar, dr. Nursaidah.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi saat menjadi narasumber Pembangunan Kesehatan Mendukung Pencegahan Stunting yang diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar, di Hotel Gammara,  mengatakan dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Kota Makassar adalah Kabupaten/Kota terendah angka stuntingnya. Angka prevalensi stunting tahun 2021 yakni 5,23 persen.

Meski demikian, Fatma tetap menghimbau agar Dinas terkait lebih proaktif dan fokus dalam memberantas stunting.

“1.000 HPK adalah peluang emas dasar kehidupan bagi anak. Jadi tolong kita konsen untuk itu. Saya turun ke Puskesmas selalu dan masih mendapati anak-anak yang mengalami stunting,” ucapnya.

Tak tinggal diam, Fatma menyampaikan strategi percepatan penurunan stunting yakni komitmen dan kepemimpinan, peningkatan akses layanan, optimalisasi promosi, pemanfaatan teknologi, peran multisektor dan penguatan manajemen dan sistem kesehatan.

“Rutin kami turun. Pemeriksaan ibu hamil, sosialisasi soal stunting, pelatihan pemberian makan bayi dan komunikasi dengan kader kesehatan. Kita pantau terus,”ungkapnya.

Ia berharap melalui edukasi mengenai stunting, dapat mencegah masalah kesehatan dan gizi khususnya masalah penurunan stunting. Karena stunting dapat dicegah mulai dari remaja, janin dan dua tahun pertama kehidupan.(*)