Pemkot Makassar Terjunkan Perahu Pattasaki, Bersihkan Sampah di Laut Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa

oleh -6 views

 

MAKASSAR, pinisi. Co — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan pesisir dan laut di sepanjang Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa, Sabtu (6/6/2026).

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir, mencegah pencemaran laut, menyelamatkan ekosistem biota laut, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Makassar.

Pada giat tersebut, Kecamatan Ujung Pandang menerjunkan dua unit perahu Pattasaki beserta personel satuan tugas kebersihan untuk mengangkut sampah yang mengapung di perairan.

“Selain itu, satgas kecamatan dan kelurahan turut menyisir kawasan pesisir guna mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai sekitar Anjungan Losari,” jelasnya.

Lebih Nanin Sudiar, menjelaskan kegiatan bersih-bersih laut dan pesisir ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut yang selama ini terancam oleh sampah, terutama sampah plastik.

Dikatakan, tujuan kegiatan ini adalah menyelamatkan ekosistem laut dari bahaya sampah plastik, serta menjaga kesehatan manusia yang bergantung pada rantai laut.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 ini, sesuai arahan bapak Wali Kota menjadi aksi nyata untuk memulihkan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Nanin, area pembersihan mencakup kawasan pesisir mulai dari Anjungan Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa.

Sejumlah personel kebersihan dan armada laut dikerahkan untuk memastikan sampah yang berada di daratan maupun perairan dapat terangkut.

“Selain itu, ada satgas kecamatan dan satgas kelurahan dari Kelurahan Losari, Bulogading dan Maloku yang ikut melakukan pembersihan di sepanjang pesisir,” jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di antaranya kelompok masyarakat Pappalimbang dari Kelurahan Lae-Lae, pengurus dan anggota KNPI Kecamatan Ujung Pandang, RT/RW dari tiga kelurahan, guru dan siswa SD Sudirman 3, serta warga yang bermukim di sekitar kawasan pesisir.

Aksi kolaboratif ini menjadi wujud komitmen Kecamatan Ujung Pandang dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga laut dan pesisir merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, ekosistem laut dapat terjaga serta kawasan wisata pesisir tetap menjadi kebanggaan Kota Makassar.

“Yang hadir dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kecamatan Ujung Pandang ini adalah masyarakat Pappalimbang dari Kelurahan Lae-Lae, RT/RW dari Kelurahan Maloku, Bulogading dan Losari,” tuturnya.

“Kemudian didukung KNPI Kecamatan Ujung Pandang, para guru dan siswa SD Sudirman 3, serta masyarakat sekitar pantai,” lanjutnya.

Dari hasil aksi bersih-bersih tersebut, pihak Kecamatan Ujung Pandang berhasil mengumpulkan lebih dari 108 kilogram sampah dari kawasan pesisir dan laut.

“Rinciannya, Kelurahan Maloku mengumpulkan 42,22 kilogram, Kelurahan Losari 13,8 kilogram, dan Kelurahan Bulogading 52 kilogram sampah,” terangnya.

Selain melakukan pembersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya agar tidak berakhir mencemari lingkungan perairan.

Nanin menegaskan bahwa sampah yang dibuang ke selokan, drainase, kanal maupun area Anjungan pada akhirnya akan bermuara ke laut dan mencemari kawasan pesisir, termasuk Pantai Losari yang menjadi ikon wisata Kota Makassar.

Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke badan air.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah apa pun ke laut, saluran air, got, kanal maupun drainase,” imbuh Nanin.

“Sampah yang dibuang ke sana pada akhirnya akan bermuara ke pantai dan mencemari lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan laut dan pesisir demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)