Peringati Hari Kebudayaan ke-6, Jajaran Kecamatan Wajo Kenakan Pakaian Adat dalam Pelayanan Masyarakat

oleh -599 views

Makassar,  – Pemerintah Kota Makassar melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Kebudayaan Kota Makassar kembali memperingati Hari Kebudayaan yang tahun ini memasuki tahun keenam. Dalam rangka memperingati hari yang penting bagi pelestarian budaya lokal ini, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengeluarkan surat edaran khusus yang meminta seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengenakan pakaian adat pada tanggal 1 April 2024.

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, seluruh jajaran pejabat dan staf di Kecamatan Wajo turut serta memeriahkan peringatan Hari Kebudayaan dengan mengenakan baju adat khas Makassar dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.

Camat Wajo, Drs. Nimrod Sembe, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebudayaan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh aparatur di Kecamatan Wajo untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. “Hari Kebudayaan ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk kembali menghargai dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Makassar. Dengan mengenakan pakaian adat, kita tidak hanya menunjukkan kebanggaan akan budaya kita, tetapi juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” ungkapnya.

Pelaksanaan tugas sehari-hari di Kecamatan Wajo pada hari ini berjalan seperti biasa, namun dengan suasana yang lebih khas dan penuh nuansa budaya. Para pejabat, termasuk Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Zamhir Islami Rahman, S.STP., dan seluruh lurah di wilayah Kecamatan Wajo, terlihat mengenakan baju adat Makassar yang terdiri dari berbagai jenis dan warna, mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya daerah tersebut.

Masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan di kantor kecamatan juga merasakan atmosfer yang berbeda. Mereka disambut oleh para pegawai yang mengenakan pakaian adat, yang semakin mempererat rasa kebersamaan dan kebanggaan akan budaya lokal. “Saya sangat senang melihat para pegawai di sini memakai baju adat. Ini menunjukkan bahwa budaya kita masih hidup dan dihargai. Saya harap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun,” ujar salah satu warga yang datang untuk mengurus administrasi.

Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan ini, Camat Wajo juga menginstruksikan seluruh perangkat kecamatan untuk memasang atribut-atribut budaya di lingkungan kantor, seperti ornamen tradisional, foto-foto bersejarah, dan kain tenun khas Makassar. Hal ini dilakukan untuk semakin menonjolkan identitas budaya Makassar dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan kebudayaan lokal.

Sekcam Wajo, Zamhir Islami Rahman, S.STP., menambahkan bahwa partisipasi aktif seluruh pegawai dalam kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya. Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda. “Dengan mengenakan pakaian adat dan melibatkan seluruh komponen masyarakat, kami berharap dapat menanamkan nilai-nilai budaya ini kepada generasi muda agar mereka tetap mencintai dan melestarikan budaya kita di masa depan,” ujarnya.

Tidak hanya di Kecamatan Wajo, peringatan Hari Kebudayaan juga dirayakan di berbagai instansi pemerintah dan sekolah-sekolah di seluruh Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam memperingati Hari Kebudayaan ini. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya sebagai identitas bangsa.

“Hari Kebudayaan ini adalah bentuk penghargaan kita terhadap warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Saya sangat bangga melihat semangat dari seluruh ASN dan masyarakat yang turut serta mengenakan pakaian adat dan merayakan budaya kita dengan penuh kebanggaan. Semoga semangat ini terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang,” kata Wali Kota.

Dengan semangat kebudayaan yang terus dijaga, diharapkan Makassar akan terus menjadi kota yang kaya akan nilai-nilai budaya, serta mampu menjaga identitasnya di tengah arus globalisasi. Perayaan Hari Kebudayaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal demi masa depan yang lebih baik.(*)