Wawali Makassar bagikan strategi mitigasi bencana di forum Australia

oleh -21 views
oleh

MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi memaparkan strategi dalam menghadapi risiko bencana yang disebabkan perubahan iklim saat menghadiri Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction 2022 di Australia, Jumat (23/9/2022). Fatmawati mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) memiliki program Makassar Recover untuk meminimalkan risiko bencana.

“Hasil diskusi tersebut akan dijadikan rujukan modul pembelajaran untuk pengurangan resiko bencana guna memastikan pembangunan berkelanjutan dan inklusif berbasis ketahanan,” jelas Fatmwati.

Fatmawati menjelaskan, Makassar Recover fokus pada imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

Selain Makassar Recover, Fatmawati menjelaskan ada tiga isu yang menjadi permasalahan terkait perubahan iklim, yakni naiknya level permukaan air laut (sea level rise), cuaca ekstrem, dan emisi karbon (carbon emission).

Menurut Fatmawati, isu naiknya level permukaan air laut yang berdampak pada terjadinya abrasi, rob, dan intrusi air laut. Mengatasi bencana abrasi dan banjir rob, Pemkot Makassar sudah memiliki program mitigasi dan adaptasi yang dilakukan dengan membuat folder atau tanggul penahan ombak, dan reklamasi di kawasan pantai.

Sedangkan untuk naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut ke arah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau, upaya mitigasi dilakukan melalui program perlindungan laut pantai.

“Progresnya sepanjang 17 kilometer garis pantai, antara lain penanaman, mempertahankan tanaman bakau/mangrove,” tutur Fatmawati.

Lebih lanjut, Fatmawati menyampaikan, bencana yang diakibatkan cuaca ekstrem seperti angin ribut dan banjir, pemerintah sudah membuat pusat layanan evakuasi dan menyiapkan relawan bencana alam.

“Kita buat juga tempat penampungan Macca yang dapat menampung 10 ribu orang, dan pembuatan kolam regulasi waduk nipa-nipa dan waduk balang tonjong,” sambungnya.

Sementara permasalahan emisi, Fatmawati menilai ada dua dampak yang memungkinkan terjadi. Yaitu polusi dan gelombang panas.

“Terkait isu ini mitigasi kita seperti bank sampah, kendaraan listrik, koridor hijau, dan bank energi,” tutupnya.(Win)